Kisah cinta ini mungkin tidak seromantis kisah cinta Romeo dan Juliet. Tapi aku sangat bersyukur Tuhan memberi aku kesempatan untuk menyaksikan keindahan cinta ini, bahkan dari cinta inilah aku dilahirkan.
Adalah Bapak dan Ibuku yang memiliki kekuatan cinta walau mereka tak pernah saling mengatakannya mungkin. Bapakku yang sederhana dan ibuku yang berusaha menerima dengan segala keterbatasan keluarga kami membuat mereka berdua adalah orang tua yang sempurna bagi kami.
Keluarga kami bukanlah keluarga yang religius. Aku belajar agama hanya dari sekolah dan madrasah dikampung yang diajarkan oleh guru seadanya yang aku sendiri tidak tahu mereka dibayar atau tidak. Kedua orang tuaku adalah pekerja keras dan itu juga yang diajarkan mereka pada kami anak anaknya. Tapi bukan itu yang ingin aku bagi kali ini tapi adalah rencana Tuhan yang begitu indah dan membuat aku sangat bersyukur. Ibuku pergi menghadap Allah dua tahun yang lalu karena penyakit strock yang diderita ibu mulai setatahun kebelakang. Aku tahu ibu sangat tersiksa dengan penyakit itu walau ibu terlihat begitu tegar dan berusaha bangkit lagi tapi aku bisa menangkap rasa putus asa yang kadang datang makin menambah beban dan rasa sakitnya ( Ya Allah jadikan rasa sakit itu sebagai penghapus dosa dosa ibu baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja Amin.) Sampai suatu saat ibu mengalami serangan yang kedua dan koma selama dua hari dan sampai pada akhirnya Tuhan lebih memilih mengambil rasa sakit itu dan menidurkan ibuku disisinya. Sangat berat menghadapi kenyataan saat itu. Aku tahu bahwa semua bakal kembali padaNya tapi aku tidak menyangka secepat itu. Aku berusaha ihlas dan kukatakan pada diriku sendiri Tuhan telah memilihkan yang terbaik buat ibu.
Masih kuingat benar saat ibu disemayamkan dirumah setelah dimandikan dan akan dikafani, bapak mengusap sisa air yang ada disudut bibir ibu kemudian mengusap keningnya dan terus memandangi wajah ibu. Mungkin didepan anaknya bapak berusaha tabah dan tidak meneteskan airmata tapi aku tahu dikala sendiri bapak menangis sama seperti kami yang belum siap kehilangan ibu. Tapi Tuhan memberi hal terindah yang kami impikan tapi kami juga tidak menyangka jika Tuhan memberinya secepat ini. Disaat terakhir Ibu menemui sakaratul maut, bapak tidak bisa membimbing ibu untuk melafalkan kalimat syahadat dan titik inilah yang membuat bapak berubah 180 derajat, Bapak yang dulu tidak sholat menjadi rajin sholat dan terus belajar mendalami agama islam yang selama ini dipeluknya tapi belum sempat dipelajarinya.
Aku menangis bahagia dan sangat bersyukur " Tuhan kekuatan cintaMu yang kau titipkan pada ibuku telah merubah dan menjadikan jalan hidayah yang Kau berikan untuk Bapakku. Terima kasih Tuhan untuk pelajaran cinta yang kau ajarkan padaku lewat kedua orang tuaku dan kau jadikan kisah cinta mereka lebih indah dari kisah Romeo dan Juliet. Pertemukan kembali mereka disurgaMu kelak ya Allah. Amin...