Membaca sejarah tentang perjuangannya, mengikuti jalan fikirannya dan memahami kata kata indah yang keluar dari naskah pidatonya seakan tidak pernah akan bosan. Bapak bangsa yang sangat patut untuk dikagumi.
Membaca sebuah artikel tentang bagaimana dan kenapa beliau menolak modal asing masuk ke Indonesia seakan menambah kekaguman saya pada beliau.
Ditahun 60 an beliau menolak masuknya modal asing ke Indonesia dengan kalimat yang saya kira sangat bijak bila kita dalami maknanya
“Saya sepakat dan itu tawaran menarik. Tapi tidak untuk saat ini, coba tawarkan kepada generasi setelah saya,” ujar Asvi menirukan jawaban Soekarno.
Soekarno berencana modal asing baru masuk
Indonesia 20 tahun lagi, setelah putra-putri Indonesia siap mengelola.
Dia tidak mau perusahaan luar negeri masuk, sedangkan orang Indonesia
masih memiliki pengetahuan nol tentang alam mereka sendiri. Oleh
karenanya sebagai persiapan, Soekarno mengirim banyak mahasiswa belajar
ke negara-negara lain. sumber (http://indocropcircles.wordpress.com/2013/05/29/bongkar-konspirasi-antara-sukarno-suharto-dan-freeport/)
Adakah pemimpin yang memiliki pemikiran secemerlang beliau? Sayang sekali justru pemikiran seperti inilah yang menghantar beliau ke dalam penderitaan yang tidak semestinya diterima oleh pemimpin sebesar dan sekelas beliau.Dan adakah alasan yang tepat hingga beliau harus menerima perlakuan sedemikian hina dari bangsa yang mati matian ia jaga kehormatan dan harga dirinya?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar