Ini cerita dari seorang teman yang suatu saat mengalami kecelakaan jatuh dari sepedah motor. Gara gara jatuhnya juga sepele yaitu karena ada jalan yang lubang alias aspalnya rusak. Menurut pengakuan teman saya dia mengendarai sepeda motor dengan kecepatan sedang dan jatuh terpental dari motor pun tidak terlalu keras, tapi pada kenyataanya dia mengalami luka yang boleh dikatakan parah. Gigi geraham belakang patah, tiga gigi depannya juga patah (kemungkinan waktu jatuh gigi terbentur aspal) dan selaput gendang telinganya robek dan yang mungkin tidak kalah seriusnya yaitu rahangnya ternyata terkoyak dan harus dilakukan operasi untuk menyambung rahang nya.
Operasi segera dilakukan dengan biaya yang bisa dikatakan cukup besar bagi orang sekelas ekonomi kami. Tapi yang harus disyukuri operasi tersebut sukses. Pasca operasi teman saya tidak boleh menggerakkan rahang selama kurang lebih satu bulan bahkan untuk makan pun harus melalui selang yang dimasukkan ke hidung dan itupun hanya boleh susu.
Teman saya merasa tidak nyaman dengan cara minum susu lewat hidung ini dan dia meminta pada dokter untuk melepas selang tersebut dan mengizinkannya untuk minum susu lewat mulut. pada awalnya dokter melarang tapi teman saya tetap ngotot dan akhirnya dokter mengizinkan tapi dengan syarat tidak boleh membuka mulut terlalu lebar karena sebenarnya dengan membuka mulut itupun sudah bisa menghambat penyembuhannya.
Tapi tahukah anda teman saya hanya bisa mengucapkan MAHA BESAR ALLAH dan sungguh Dia telah merencanakan semuanya dengan sangat sempurna bahkan untuk hal kecil yang semula kita anggap musibah atau ketidak pedulian Tuhan pada kita. Teman saya akhirnya bisa minum susu melalui mulut tanpa harus menggerakkan rahangnya yaitu dengan cara memasukkan sedotan melalui gigi depannya yang patah.
Saya menanggis saat menulis ini semua. Sungguh Tuhan selalu memberikan yang terbaik bagi hambanya walau kadang kita mengutuk NYA untuk segala sesuatu yang menimpah kita. Untuk apa yang akan terjadi didepan kita Tuhan telah menyiapkannya dengan sangat sempurna. Jadi masih pantaskah kita berkeluh kesah terhadap apa yang kita anggap tidak sesuai dengan keinginan kita.
Ampuni aku Tuhan jika ternyata aku lebih banyak mengeluh dibanding bersyukur atas semua nikmatMU. amin...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar